Pelajar Islam Indonesia (PII) Bali

Bukti Semangat Pelajar Muslim Bali

Pelajar Islam Indonesia

PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) didirikan di kota perjuangan Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1947. Para pendirinya adalah Yoesdi Ghozali, Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasyi.

Brigade PII

PII dan Brigade PII pada saat timbulnya , adalah sebagai salah satu kesatuan yang tidak dapat dipisah – pisahkan, keduanya adalah anak kembardari pergerakan revolusi 45 dengan tugasnya masing – masing yang tumbuh dengan sendirinya dan bukan karena dibuat-buat apalagi dipaksakan.

PII Wati

PII Wati tunas-tunas puteri. Islam 'Ndonesia

Senin, 21 Oktober 2013

Adzab dan Nikmat Kubur

Dalam perjalanannya, manusia akan melewati tiga fase kehidupan, pertama; kehidupan di dunia, kedua; kehidupan alam kubur (barzakh), dan ketiga; kehidupan negeri akhirat yang bersifat kekal abadi, tidak akan binasa dan tidak akan berhenti.
Kehidupan alam kubur akan dialami seluruh manusia; orang yang beriman atau kafir, orang yang taat atau pelaku maksiat, dan orang yang kaya raya atau miskin. Mereka akan diuji di kuburnya. Apakah mereka akan mendapatkan adzab kubur? Ataukah memperoleh nikmat kubur? Sebagaimana tersebut di dalam al-Qur’an dan sejumlah hadits Nabi .
Alloh berfirman:
“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk. Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang. Dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras”.” (QS. al-Mu’min : 45-46)
Gambaran Adzab Kubur
Sungguh adzab kubur sangat mengerikan. Kepedihan dan kesengsaraannya tak mampu dilukiskan alam pikiran, tak cukup hanya dituangkan dalam tulisan, tak terlihat pandangan insan dan tak terdengarkan telinga insan. Jika adzab kubur diperlihatkan dan diperdengarkan kepada manusia, niscaya mereka tak kuasa mengubur setiap manusia.
Rosululloh bersabda:
“Seandainya kalian tidak menguburkan jenazah, niscaya aku memohon kepada Alloh agar Dia memperdengarkan kepada kalian siksa kubur yang aku dengar.” (HR. Muslim)
Di antara adzab kubur yang kelak didapatkan orang kafir dan senang berbuat maksiat sebagaimana dijelaskan oleh Rosululloh adalah : Dipukul dengan palu dari besi, Ditampakkan neraka pada pagi dan petang hari, Ada juga yang dirobek-robek mulutnya, ada yang dipecahkan kepalanya di atas batu, ada yang dimasukkan ke dalam dapur api. Ada pula yang disiksa di sungai darah, ada yang dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas. Naudzubillah min dzalik

Orang-orang yang akan mendapatkan Adzab Kubur
Ketahuilah..setelah kita mengetahui gambaran azab kubur tentu menjadikan hati kita takut dan ngeri. Oleh karena itu, hindarilah kemaksiatan yang dapat menyebabkan kita mendapatkan siksa di alam kubur.
Banyak hadits yang menerangkan tentang orang-orang yang akan mendapatkan adzab kubur, di antaranya: Mereka yang tidak bersuci setelah buang air kecil, sehingga ia masih bernajis, yang suka mengadu domba, mereka yang suka berbuat ghulul/korupsi, yang suka berdusta, yang membaca Al-Qur’an tetapi tidak melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Alloh dan meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh-Nya serta meninggalkan salah satu sholat yang wajib, yang berzina, yang memakan riba, yang suka berhutang dan tidak melunasi hutangnya.

Nikmat Kubur
Banyak dalil bahwa nanti setelah orang Mukmin meninggal akan diberikan kenikmatan dalam kubur sebelum mereka merasakan kenikmatan di surga yang abadi. Nikmat kubur yang diberikan Alloh itu terus dirasakannya dan tak terputus sampai hari Kiamat.
Di antara gambaran kenikmatan yang akan diperoleh seorang Mukmin di dalam kubur adalah: Dibentangkan baginya permadani dari surga, Diberikan pakaian dari surga.Dibukakan pintu menuju surga agar dapat merasakan wanginya, anginnya dan agar dapat dilihat oleh mata kepalanya kenikmatan surga. Dilapangkan kuburnya. Diberikan kabar gembira tentang keridhoan Alloh, Kegembiraannya melihat tempatnya di neraka diganti oleh Alloh dengan tempat di surga. Tidur seperti tidurnya pengantin dan kuburnya bercahaya.
Merenungi dan memahami adzab kubur adalah obat mujarab untuk melembutkan hati dan memacu jiwa untuk senantiasa segera bertaubat, beribadah, dan berinabah (kembali) kepada Alloh .



Jumat, 18 Oktober 2013

BESOK AKU AKAN MATI

Pernahkah kita berpikir bahwa besok kita akan mati..? Andaikan saat ini, detik ini, malaikat pencabut nyawa datang kepada kita.... dengan wajah tersenyum dan bercahaya mengatakan kepada kita bahwa besok kita akan mati.... dan kita hanya punya waktu 24 jam saja dari sekarang untuk mempersiapkan saat-saat kematian itu datang.

Tentu saja kita bingung untuk menjawab apa, mau bilang belum siap, tidak mungkin karena sebuah ketetapan telah terjadi dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, mau bilang siap, pasti kita terbayang segunung dosa dan kesalahan kita yang lalu, yang telah kita lakukan, mungkin hanya diam yang dapat kita lakukan.

Sang malaikat pun pergi setelah mengucapkan salam dan tersenyum...

Andai itu terjadi, apa yang harus kita lakukan sekarang? Berdiam diri menunggu 24 jam ke depan hingga sang malaikat maut menjemput kita, atau melakukan sesuatu untuk mempersiapkan saat-saat kematian itu tiba..?

Detik demi detik berlalu terasa begitu cepat dan berdetak kencang seakan menggoncangkan hati, Takut..sedih..dan rasa sesal pun menghantui... "Ya Allah, apa yang telah kulakukan selama ini, hari-hariku kosong tanpa makna kecintaan kepada-Mu. Waktuku terbuang dengan percuma, dan semua yang aku lakukan selama ini jauh dari apa yang Kau sukai dan Kau ridhai. Padahal tiap langkahku, tiap detik perbuatanku, tiap ucap lakuku akan kupertanggung jawabkan di hadapan-Mu, akan dihitung satu-satu, tiada yang luput dan terlupa dari catatan-Mu. Sungguh ya Allah... aku malu, seakan kau menatapku saat ini... Tak terasa airmata itu pun tertumpah, airmata penyesalan dan ketakutan akan azab-Mu berbaur menjadi satu."

Andaikata hal itu memang akan terjadi, pasti saat ini kita tak bisa tertidur, kalaupun tertidur pasti tidur kita sedikit sekali karena kita ingin melakukan tahajud, kita ingin bermunajah, memohon ampunan dan belas kasih-Nya atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan selama ini. Dan pasti, kita akan melakukan tahajud yang terbaik karena ini tahajud terakhir kita, karena esok kita akan mati....

Kita pun melakukan puasa sunnah berharap Allah menjauhkan kita dari api neraka, karena kita ingat akan shaum Ramadhan kita yang bolong-bolong, yang tidak pernah sempat kita tuk menggantinya.

Saat adzan subuh telah terdengar, pasti kita pun akan melakukan shalat subuh terbaik, karena kita berpikir, "Ini shalat subuh terakhirku ya Allah, terimalah...."

Tak terasa sang mentari telah menampakan wajah manisnya, hangat cahayanya menerpa muka, dan kita merasa bersyukur, "Ini adalah matahari pagiku yang terakhir." Pasti kita akan menikmatinya dan berkata dalam hati, "Ya Allah sungguh indah ciptaan-Mu, sungguh Engkaulah yang Maha Mencipta". Dan kita pun mengawali hari ini dengan senyum, senyum terindah....

Waktu dhuha pun tiba, tentu kita tak kan melewatinya dengan sia-sia, karena beberapa jam lagi kita akan mati, dan kita pun melakukan shalat Dhuha yang terbaik.

Tiba di tempat kerja, kita pun bersemangat untuk melakukan dan menyelesaikan pekerjaan kita dengan hal yang terbaik. Karena ini adalah hari terakhir kita bekerja, karena sebentar lagi kita akan mati. Senyum manis dan ikhlas pun selalu kita berikan pada setiap orang yang bertemu dengan kita, karena ini adalah senyuman terakhir kita.

Adzan Dzuhur pun terdengar, tentu kita pun mau menyegerakan melaksanakan shalat, karena waktu kita sudah tak banyak lagi. Saat luang pun kita isi dengan hal-hal yang baik, kita ingin membaca Al Qur'an. Sungguh hal yang sangat lama tak kita lakukan, dan saat ini kita ingin membacanya dengan khusuk hingga kita menangis, karena ini bacaan qur'anku yang terakhir.

Ashar pun tiba, kita pun ingin melakukannya dengan terbaik, karena ini adalah ashar terakhir kita...

Saat pulang ke rumah, kita begitu sayang dan lembut pada anak-anak kita. Kita membawakan mereka oleh-oleh dan hadiah yang terbaik, mereka tersenyum dan gembira. Kita pun bahagia sambil meneteskan airmata, "Andai mereka tahu bahwa itu adalah hadiah terakhir dariku."

Saat bertemu isteri/suami kita, kita pun memandangnya dengan penuh cinta, kita berikan senyuman termanis kita, dan tentu saja kita juga membawakan hadiah terbaik untuknya, walau heran tetapi dia akan tersenyum dan kita pun memberikan ciuman terindah untuknya, ciuman terakhir...

Saat maghrib dan isya pun kita lewati dengan shalat yang terbaik. Kita berjamaah dengan anak dan isteri/suami kita, padahal dulu tak pernah kita lakukan. Tapi ini hari terakhir kita, jadi kita ingin menikmatinya. Doa-doa kita yang diaminkan oleh anak-anak kita, sungguh membuat kita haru dan bahagia. "Sayang ini kebersamaan yang terakhir... Ya Allah andai masih ada banyak waktu, tentu akan kulakukan ini selalu..." Tapi sayang, besok kita akan mati...

Saat di tempat tidur, kita katakan kepada suami/isteri kita, "Sayang, andai besok aku mati, maafkan atas semua kesalahan dan khilafku padamu. Terima kasih atas semua yang kau lakukan dan berikan kepadaku, sungguh aku sangat mencintaimu. Jika ada hartaku bagikan untuk anak yatim dan fakir miskin. Jika ada barang-barang berhargaku, berikan pada mereka yang membutuhkan. Agar dipermudah jalanku untuk menemui-Nya., agar lebih ringan pertanggung jawabanku kepada-Nya..." Andai sejak dulu kita lakukan hal itu, tentu tak membuat kita terbebani seperti saat ini.

Detik-detik kematian kita pun semakin dekat, tapi kita lebih tenang dari tadi malam, karena kita telah melakukan hal dan ibadah yang terbaik sepanjang hari ini. Dan kita pun tersenyum menyambut datangnya sang malaikat pencabut nyawa... dan kita katakan, "Aku sudah siap mati dan aku ridha untuk bertemu dengan Tuhanku..."

BERPIKIRLAH SELALU BAHWA KITA AKAN MATI BESOK, AGAR KITA SELALU SIAP UNTUK MENYAMBUT KEMATIAN YANG INDAH DENGAN SELALU MELAKUKAN HAL YANG TERBAIK DALAM PERJALANAN HIDUP KITA...

TIAP DETIK KITA AKAN DIHITUNG, TIAP LANGKAH DAN PERBUATAN KITA AKAN DIMINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA, TIAP-TIAP ANGGOTA TUBUH KITA AKAN BERKATA, TIDAK ADA YANG LUPUT DARI PENGLIHATAN-NYA...

Ya Allah, ampuni dosa dan kesalahan hamba...
Hamba tahu dosa itu begitu besar tapi hamba yakin pintu maaf-Mu maha luas
Jangan biarkan hamba tersesat yaa Haadi...
Tuntunlah selalu langkah dan hidup hamba untuk selalu dekat dangan cinta-Mu
Jadikanlah kematian hamba husnul khotimah,
jadikanlah saat-saat pertemuan dengan-Mu indah,

Duhai Penguasa nyawaku,
biarkan jiwa ini ridha dan rindu saat-saat berjumpa dengan-Mu
Amin ya Robbal 'alamin