Pelajar Islam Indonesia (PII) Bali

Bukti Semangat Pelajar Muslim Bali

Pelajar Islam Indonesia

PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) didirikan di kota perjuangan Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1947. Para pendirinya adalah Yoesdi Ghozali, Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasyi.

Brigade PII

PII dan Brigade PII pada saat timbulnya , adalah sebagai salah satu kesatuan yang tidak dapat dipisah – pisahkan, keduanya adalah anak kembardari pergerakan revolusi 45 dengan tugasnya masing – masing yang tumbuh dengan sendirinya dan bukan karena dibuat-buat apalagi dipaksakan.

PII Wati

PII Wati tunas-tunas puteri. Islam 'Ndonesia

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Januari 2014

Ingin Berjilbab, Siswi SMAN 2 Denpasar Disuruh Pindah Sekolah

Isu larangan jilbab kembali memanas.Republika Online (RoL), Senin (6/1), menurunkan berita tentang adanya pelarangan jilbab di SMA Negeri 2 Denpasar, Bali. Menurut berita tersebut, Anita yang saat ini duduk di kelas XII disuruh untuk pindah sekolah jika ingin berkeras mengenakan jilbab.

Untuk mengkonfirmasi kejelasan berita tersebut dan apakah larangan jilbab masih berlaku sampai sekarang, bersamadakwahmenghubungi SMA Negeri 2 Denpasar. 

“Bapak sedang ada rapat,” kata Ayu ketika bersamadakwah ingin mewawancarai Kepala SMAN 2 Denpasar Ketut Sunarta. Mengetahui maksud bersamadakwah hendak mengkonfirmasi berita larangan jilbab, Ayu memberikan nomor HP Kepala Sekolah.

“Ini nomor HP beliau, 08214632XXXX” kata Ayu setelah sempat beberapa menit terdengar dialog dengan suara perempuan lain di balik telepon.

Sayangnya nomor HP tersebut tidak diangkat ketika dihubungi bersamadakwah. Nomor sekolah juga tidak dapat dihubungi lagi.

Seperti dilansir RoL, Temuan Tim Advokasi Pembelaan Hak Pelajar Bali mengungkap tentang praktik pelarangan berjilbab tersebut. Anita yang sejak kelas 1 SMA ingin berjilbab nekad bersekolah dengan berhijab pada Rabu, 21 November 2012.

Hari itu, mata pelajaran jam pertama adalah pelajaran Bahasa Bali. Ternyata, guru Bahasa Bali hari ini tidak hadir sehingga menyebabkan proses belajar mengajar tidak efektif alias jam kosong. Tiba-tiba Kepala Sekolah masuk ke kelas Anita untuk memberi nasihat kepada seluruh murid dan bertanya kepada Anita

“Kok bajunya seperti itu?”, Anita diam saja tidak menjawab, lalu Kepala Sekolah Drs Ketut Sunarta menyuruh Anita datang ke ruangan Kepala Sekolah, seperti tertera pada hasil investigasi tim advokasi yang diterima RoL.

Pada pertemuan kedua ini Kepala Sekolah menegaskan “Kalau pakai jilbab kelihatan atau tidak logo OSIS SMA-nya? Kelihatan atau tidak emblem SMAN 2 nya?”

Kepala sekolah pun menyarankan untuk pindah sekolah saja kalau Anita tetap ingin berjilbab. Anita diminta untuk bertahan saja (tidak memakai jilbab) kalau tetap ingin bersekolah di SMAN 2. Anita menjawab “Kan bisa dinaikin sedikit Pak, kerudungnya jadi masih bisa kelihatan logonya”. Kepala Sekolah tetap tidak mengizinkan.

Lalu tiba-tiba Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd., masuk ruangan, beliau menanyakan keperluan Anita di ruang Kepsek. Bincang-bincang kecil terjadi antara Kepsek dan Wakasek.

Berkali-kali Anita disarankan untuk pindah sekolah saja kalau memang tetap ingin memakai jilbab dan diminta untuk segera memutuskan pilihan.

Tepat 08.30 waktu Denpasar, Anita minta undur diri dari perbincangan itu karena ada pelajaran selanjutnya. Ketika Anita masuk kelas lagi, Anita mendapatkan respon yang biasa-biasa saja dari para guru yang mengajar di kelasnya hingga pelajaran usai.

Selain itu, pada tanggal 8 Desember 2012, sekolah menyelenggarakan kegiatan lomba-lomba. Dalam kesempatan itu, Anita mengenakan jilbabnya ke sekolah. Seorang guru yang bernama Ni Putu SukaPutrini, S. Pd., pun menegur Anita. Beliau mengatakan “Pindah sekolah saja kalau mau memakai jilbab! Kasihan peraturan sekolah gak ditaati”.

Selama Anita mengikuti ekstra kurikuler, Anita selalu memakai jilbab. Teman-temannya tidak ada yang mempermasalahkan hal itu. Anita pernah mendapat informasi dari temannya bahwa ada pihak sekolah (guru) yang bertanya ke salah satu temannya terkait siapakah yang memakai jilbab di PMR. [IK/RoL/bersamadakwah]

Selasa, 31 Desember 2013

Banyak Mualaf, Islam Akan Jadi Agama Terbesar Kedua di Irlandia

Kantor Pusat Statistik Irlandia melaporkan, populasi umat Islam naik 10 kali lipat dalam dua dekade. Kantor Pusat Sttistik juga menyebut Islam sebagai agama yang paling cepat berkembang dan akan menjadi agama terbesar kedua di Irlandia pada tahun 2043 nanti.

“Penduduk Irlandia yang beragama Islam naik dari 0,1 persen pada 1991, menjadi 1,1 persen dari keseluruhan populasi pada 2011,” tulis laporan tersebut, seperti dikutip World Bulletin, Senin (30/12).

Angka tersebut belum termasuk penduduk asli Irlandia yang berpindah keyakinan menjadi Muslim. Sensus tersebut mengklaim, pertambahan penduduk yang dicatat itu baru berdasarkan angka kelahiran dan imigrasi saja.

Seperti diketahui, tidak sedikit penduduk Irlandia yang menjadi mualaf. Hal ini seiring penurunan populasi pemeluk Katolik –agama terbesar di Irlandia- dari 91 persen pada 1991 menjadi 84 persen pada 2011. [BD]

Senin, 18 Februari 2013

MetroTV Berulah Lagi, KAMMI Lapor ke KPI

MetroTV berulah lagi. Setelah kasus fitnah terhadap Rohis sebagai tempat rekrutmen teroris September 2012 lalu, televisi milik Surya Paloh itu kembali "menyakiti" hati umat Islam. Dalam program INSIDE 14 Februari 2013  bertajuk "Berdarah Yahudi Bernafas Indonesia", MetroTV memberitakan kelompok-kelompok penentang penjajahan atas bumi palestina dengan sebutan kelompok intoleran dan anti semit. Salah satunya adalah organisasi mahasiswa ekstra kampus, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Menyikapi pemberitaan tidak adil itu, KAMMI pun melaporkan MetroTV ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Sabtu (16/2).

"Memang tidak disebutkan secara jelas nama organisasi KAMMI, namun aksi bebaskan Palestina yang dilakukan KAMMI dengan pengambilan gambar logo dan bendera dilakukan dengan durasi yang cukup lama dan berulang” Ujar Zahra, Humas KAMMI Pusat, dikutip dari Dakwatuna.

Secara terpisah, Azimah Soebagijo, komisioner KPI Pusat menyerukan agar terus membangun kesadaran masyarakat untuk kritis terhadap pesan–pesan media. Mengajak berfikir dan berdiskusi tentang segala hal yang terjadi di sekitar mereka, karena jelas media sarat kepentingan.

Program INSIDE "Berdarah Yahudi Bernafas Indonesia" yang bisa diakses di laman http://www.metrotvnews.com/videoprogram/detail/2013/02/14/16218/218/Berdarah-Yahudi-Bernafas-Indonesia/ juga telah menuai banyak kritik umat Islam.

"MetroTV antek zionis dan liberalis.. beritanya asal-asalan dan gak bermutu. Pembodohan masyarakat," tulis Layla Sari.

"Buat umat Islam Indonesia.. beware.. MetroTV antek zionis, beritanya berat sebelah.. boikotttt'" timpal Irme. [IK/Dkw/Mtr/bsb]